Papua Mart Blog

Kopi Papua, Buah Merah Papua

Telp: 082210183000 (WA)
Email: papuamart@gmail.com
Alamat PAPUAmart.com Hawai, Sentani, Kab. Jayapura
Showing posts with label Kopi Wamena. Show all posts
Showing posts with label Kopi Wamena. Show all posts

Tuesday, 6 October 2015

Tanggal 7 Oktober 2015, Minimarket 01. PAPUAmart.com genap berusia 3 Bulan

Pada hari ini, tanggal 07 Oktober 2015, bertempat di Jalan Raya Sentani - Abepura, Hawai No. 05, Kecamatan Sentani Kota, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua dengan ini mengumumkan bahwa minimarket pertama sebagai Toko Offline dari PAPUAmart.com, sekaligus sebagai minimarket 24 pertama di Tanah Papua dan minimarket murni milik Orang Asli Papua (OAP) pertama tanpa pinjaman, tanpa dukungan dari siapapun dalam bentuk apapun.

Memang kami akui bahwa minimarket ini sangat sederhana, belum sepenuhnya sama dengan yang diharapkan tetapi kami masih berbenah di sana-sini.

Menurut Direktur pengurus yang sedang menangani pendirian minimarket, atau yang disebut Inkubator Bisnis Papua, kondisi PAPUAmart.com sebagai minimarket dan sebagai Toko Online masih berusia bayi, jadi perlu pembenahan dan peningkatan layanan di sana-sini.

Masih menurut pengurus Inkubasi Bisnis,
Kami tidak sadari apa yang sebenarnya terjadi di sini. Minimarket PAPUAmart.com ini belum jadi. Dia masih dalam proses inkubasi. Kami masih tangani proses bisnisnya. Nanti ada waktu untuk dia menetas dan setelah itu dia mulai bergerak. Kita samakan saja dengan ayam. Dalam proses inkubasi induk ayam tidak pernah meninggalkan telurnya. Setelah masa inkubasi, maka  anak ayam menetas dan setelah menetas baru anak ayam dibiarkan berjalan-jalan berasma induknya.
Kemudian setelah itu induk ayam melepaskan anak-anaknya.
Kami sendiri tidak tahu pada saat ini berapa lama proses inkubasi berlangsung.
Alasan utama karena pendirian minimarket ini bukan merupakan Copy Paste dari sistem lain, bukan warlaba dari perusahaan yang sudah ada. Dia benar-benar baru Jadi kita harus menjaganya seperti menjaga telur ayam.
Setelah genap 3 bulan, maka pada hari ini pula telah dibagikan seragam PAPUAmart.com dan dengan demikian mulai besok tanggal 8 Oktober 2015 semua karyawan yang bertugas di minimarket 01. PAPUAmart.com akan mengenakan seragam.

Thursday, 3 September 2015

Kini Saatnya Pemerintah dan Gereja 'Mempersilahkan' Petani Kopi Membangun Papua

Pdt. Ki'marek Karoba Tawy
Petani Kopi Sudah Sanggup Memberi Makan kepada Gereja dan kepada Pemerintah, jadi waktu sekarang sudah tiba, kami petani kopi sudah sanggup, bukan berusaha, tetapi sudah sanggup. Tugas pemerintah dan tugas gereja hanya mempersilahkan dan angkat topi, beri arahan, perlindungan dan masukan, kami petani Kopi sudah siap dan sudah ada bukti sekarang.

Demikian pidato Pdt. Ki'marek Karoba Tawy sebagai penasehat Petani Kopi Papua dan Pembina KSU Baliem Arabica pada saat pengguntingan pita minimarket PAPUAmart.com di Jalan Raya Sentani, Hawai No. 05, Setani Kota, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua.

Apa maksud dari pernyatan ini?

Setelah ditanyai ulang, Pdt. Karoba, yang juga Pendiri Gereja Injili di Indonesia ini menyatakan,

Maksud kami pemerintah dan gereja jangan pikir perlu pemberdayaan, perlu pembinaan dan perlu ajarkan apa-apa mengenai Kopi, atau Ekonomi atau Toko, karena kami petani kopi sudah sanggup ekspor dan sudah sanggup bikin kios di kampung-kampung dan sekarang sudang bukti bikin toko, jadi kami minta pemerintah dan gereja mempersilahkan, mendoakan dan mendorong memberikan semangat. Jadi kami tidak minta uang, kami tidak minta apa-apa, kami minta akui saja dan persilahkan saja.
Lalu tim PAPUA.business (PAPUAbiz) sebagai media informasi dan pemberitaan berita tentang entrepreneurship di Tanah Papua menanyakan kepada Pdt. Karoba, "Apa artinya mempersilahkan dan mendorong!" dalam sambutannya itu. Pdt. Karoba menjawab,
Yang pemerintah punya itu kekuasaan, hukum dan aturan, jadi mereka pemerintah harus memberikan perlindungan hukum, memberikan izin-izin, dan fasilitas seperti pinjaman-pinjaman dari Bank Paupa atau Bank Mandiri atau Bank BRI atau siapa saja yang bisa memberikan pinjaman. Saya bilang begitu karena saya tidak mau petani Kopi mengemis atau minta-minta kepada pemerintah. Saya mau petani kopi pikir untuk pinjam, kalau mau tambah modal.
Di sini saya minta anak saya Gubernur Papua untuk bantu adik-adiknya yang menjadi Ketua Koperasi, Kepala Gudang Produksi dan pimpinan dalam Unit-Unit Koperasi untuk membentu mereka memberikan perlindungan hukum dan fasilitas untuk kredit. Jangan Gubernur pikir untuk berikan bantuan. Kami tidak perlu bantuan, kami perlu pinjaman. 
Kalau minta-minta terus, kami petani kopi tidak minta lagi. Kalau ada yang minta uang karena mau bikin Kopi Papua, itu bukan KSU Baliem Arabica, tetapi KSU lain atau orang lain.
 Tim PAPUAbiz tanyakan apa hubungan gereja? dan Pdt. Karoba kembali menyatakan,
Saya pendiri gereja, saya tokoh gereja, saya tahu gereja saat ini butuh pengembangan ekonomi yang merakyat dan betul-betul jawab keperluan rakyat, atau anggota gereja. Dan Koperasi dan kios seperti ini sangat perlu dari anggota jemaat. Karena itu saya minta gereja-gereja di Tanah Papua untuk mengarahkan para anggota jemaatnya, gerejanya, klasisnya, Sinodenya untuk mendukung pendirian minimarket PAPUAmart.com di seluruh tanah Papua dan di seluruh Melanesia. Saya juga tidak minta uang, tetapi minta dukungan doa dan dukungan fasilitas organisasi gereja digunakan untuk mendorong ekonomi jemaat mengikuti contoh Koperasi Baliem Arabica.
Dalam kesimpulannya, gereja dan pemerintah dimintakan agar "mempersilahkan" KSU Baliem Arabica membangun ekonomi masyarakat Papua dan anggota gereja dengan memberikan dukungan-dukungan administrasi, pinjaman, doa dan fasilitas birokrasi untuk melindungi, mendorong dan memperluas pengembangan bisnis minimarket PAPUAmart.com.



Friday, 10 July 2015

Kebijakan Baru Produksi dan Penjualan Papua Arabica Specialty Coffee

Ketua KSU Baliem Arabica,
Rev. Selion Kaorba, S.Th.
Gudang Produksi Baliem Blue Coffee di Kampung Harapan, Belakang SPMA Sentani saat ini sudah sedang memproses Kopi Green Beans hasil panen pertama tahun 2015 sebanyak 2 ton (2000 kg), dan akan segera disusul dengan 4 ton (4000 kg) sampai mencapai 10-30 kg sesuai target pembelian dan penjualan tahun 2015 ini.

Untuk tahun 2015 ini KSU BaliemArabica mengambil kebijakan revolusioner seirama dengan Revolusi Bisnis Kopi yang sedang digalakkan di seluruh petani dan areal penanaman Kopi di Pegunungan Tengah Papua,
  1. Pertama, untuk tahun ini kopi tidak akan di-export ke mana-mana, karena permintaan lokal dan domestik begitu tinggi;
  2. Kedua, untuk processing telah diserahkan sepenuhnya secara administrasi dan menejemen keuangan kepada seorang Kepala Gudang BBCoffee di Kampung Harapan, Sentani, Kabupaten Jayapura;
  3. Ketiga, penjualan semua hasil produksi Koperasi Baliem Arabica yang diproses di Gudang BBCoffee kampung harapan didistribusikan dan dijual oleh PAPUAmart.com, toko Offline yang saat ini berkantor pusat di Yogyakarta dan kantor pertama di Tanah Papua di Jalan Raya Sentani, HAWAI No.05, Sentani Kota, Kab. Jayapura, Papua.
Kepala Gudang Produksi
Baliem Blue Coffee dan Staff Gudang
Dengan kebijakan ini, maka dalam jangka menengah ini Kopi Papua kini mengarah kepada penjualan Kopi Papua dalam bentuk Bubuk Jadi dan Gorengan Jadi, dan penjualan dalam bentuk Green Beans hanya dibatasi buat para pelanggan lama yang selama ini sudah rutin membeli Kopi Papua dalam jumlah yang memadai.

Para pelanggan lama ini akan dimintakan untuk menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) yang menjelaskan total Kopi Papua yang dibutuhkan para pelanggan setiap tahun sehingga ada patokan produksi dan penjualan dalam bentuk Green Beans yang tetap mengingat sisah penjualan Green Beans semuanya akan diarahkan untuk diproses menjadi Kopi Sangrai (Gorengan) atau Roasted Beans dan Kopi Bubuk Baliem Blue Coffee.

Friday, 22 May 2015

PAPUAmart.com telah diberi tugas sepenuhnya Mendistribusikan dan Menjual Kopi Papua

Logo Minimarket PAPUAmart.com bertuliskan KK-Lingkar
Setelah tiga (3) tahun didirikan di Kota Gudeg Yogyakarta pada Juli 2013, kini PAPUAmart.com diberi tanggungjawab sepenuhnya untuk menjadi distributor dan perpanjangan tangan KSU Baliem Arabica dalam menjual Kopi dari Tanah Papua.

Produk Kopi Papua pertama yang selama ini dijual ialah Wamena Arabica Single Origin.

Dalam rencana jangka menengah, semua Kopi Single Origins asal Papua akan diberi label yang jelas demi pengembangan citarasa kopi Tanah Papua secara komprehensif dalam rangka meningkatkan daya saing dan nilai jual.

Dalam pada itu, direncanakan juga Single Origins Kopi Papua akan mencakup keseluruhan Kopi yang ada di Tanah Papua, yaitu dari Sorong sampai Samarai, dan akan disuplai oleh PAPUAmart.com secara regional dalam rangka memperkenalkan Kopi Papua secara utuh kepada penikmat kopi di Indonesia, di Asia Tenggara dan di Asia pada umumnya.

Untuk tujuan itulah, kini KSU Baliem Arabica memfokuskan diri lebih kepada pengembangan kopi di lapangan, pengolahan produk Green Beans dan produk Kopi Bubuk untuk konsumsi di Tanah Papua dan menyerahkan keseluruhan penjualan Kopi Papua kepada PAPUAmart.com.

Pengecualian ialah bahwa export Kopi Papua tetap dilakukan oleh KSU Baliem Arabica sebagai pemegang lisensi Export dan sebagai Anggota Exportir Kopi Indonesia (AEKI) dari Tanah Papua.

Thursday, 21 May 2015

Kopi Papua Kian Mendunia

Sumber Berita: SriwijayaPost.com, Kamis, 21 Mei 2015 10:35


Kopi Papua Produk KSU Baliem Arabica, papuamart.com
SRIPOKU.COM, JAKARTA - Kopi dari tanah Papua kian populer. Bahkan rasanya telah dicicip sampai Amerika Serikat (AS) selama tujuh tahun. Kopi Arabica dari Wamena menjadi salah satu kopi favorit pada tiga negara.

Kabupaten Wamena, Provinsi Papua rupanya memiliki kualitas tinggi untuk jenis Kopi Arabica. Petani kopi di Papua menanam kopi secara organik. Cita rasa yang khas diuntungkan karena tumbuh di daerah Pegunungan Jayawijaya Wamena dengan ketinggian hingga 1.600 meter di atas permukaan laut. Sehingga, rasanya tidak terlalu asam saat diseruput.

Rasa inilah yang membuat empat negara yakni: Amerika Serikat bahkan telah mengimpor kopi dari Papua selama tujuh tahun belakangan. Lalu, Australia, Singapura dan Belanda secara rutin setiap tahun khusus mendatangkan kopi asal Papua ini.

Yusni Emilia Harahap, Direktorat Jenderal Pengelolaan dan Pemasaran Hasil Pertanian (P2HP) Kementerian Pertanian mengatakan, pasar internasional akan semakin terbuka dengan produk pertanian berbasis organik dan ramah lingkungan. Itu sebabnya, pemerintah mendorong agar petani untuk menerapakan prinsip pertanian yang baik. "Memang ongkosnya lebih mahal. Namun pasar akan lebih berkelanjutan (sustain) dan pasti," tandas Emilia.

Meski begitu, Emilia menyadari bahwa petani kopi masih kekurangan untuk mesin pengolahan kopi. Serta bantuan penguatan modal. Di samping juga informasi harga pasaran kopi domestik dan luar negeri. Gunanya, menjaga kestabilan harga di pasaran serta juga untuk lebih meningkatkan mutu kopi olahan yang dihasilkan.

Konsumsi kopi asal Indonesia terus meningkat di pasar Amerika Serikat (AS). Berdasarkan data statistik dari U.S Department of Commerce, Bureau of Census, impor kopi AS dari Indonesia pada periode Januari-Desember 2014 sebesar US$ 323,10 juta dollar naik sebesar 11,29% dibandingkan periode yang sama tahun 2013.

Indonesia berada di peringkat ke 6 sebagai negara sumber impor kopi AS dengan pangsa pasar sebesar 5,49%. Posisi Indonesia berada di bawah Brasil, Kolombia, Vietnam, Kanada, dan Guatemala. Sementara impor kopi AS dari dunia untuk periode Januari hingga Desember 2014 sebesar US$ 5,88 miliar naik 10,46% dibandingkan periode yang sama tahun 2013.
Editor: Bedjo
Sumber: Kontan

Fasilitas SRO dan Daftar Jadi Agen Tiket