Papua Mart Blog

Kopi Papua, Buah Merah Papua

Telp: 082210183000 (WA)
Email: papuamart@gmail.com
Alamat PAPUAmart.com Hawai, Sentani, Kab. Jayapura
Showing posts with label Grosir PAPUAmart.com. Show all posts
Showing posts with label Grosir PAPUAmart.com. Show all posts

Thursday, 19 April 2018

PAPUAmart.com Mengundang Anda untuk Berinvestasi sebagai Retailer dan Reseller di Tanah Papua

PAPUAmart.com Group Companies, yaitu pusat jual-beli produk Tanah Papua secara Online pertama didirikan tahun 2013 dengan ini mengundang anda semua untuk mengambil bagian dalam usaha-usaha PAPUAmart.com Group Companies dengan berbagai tingkatan dan jenis keterlibatan, yaitu

  1. Pertama, Anda diundang untuk menjadi penyumbang secara sukarela, memberikan sumbangan kepada usaha-usaha KSU BaliemArabica.com
  2. Kedua, Anda diundang untuk menjadi investor yang akan mendapatkan bagian keuntungan setiap tahun sesuai dengan besarnya investasi yang Anda berikan. Perhitungan besarnya keuntungan akan dihitung secara detail oleh Team Investasi dan akan diumumkan dalam blog ini.
  3. Ketiga, Anda bisa menjadi investor tanpa nama, yaitu memberikan dana tetapi tanpa harus terlibat sebagai penerima keuntungan usaha. Ini dapat dikatakan seperti sebuah "hibah" yang diberikan kepada KSU BaliemArabica.com untuk mengembangkan usaha-usahanya.
Selain peluang investasi, kami juga memberikan peluang kepada siapa saja di seluruh dunia untuk menjadi reseller, agen atau distributor produk-produk KSU BaliemArabica.com berupa Kopi Papua, Kakao Papua, Minyak Buah Merah (Tawy) Papua dan handicrafts dari Tanah Papua berupa noken, gelang, dan sebagainya.

Selain itu, Anda juga bisa menjadi agen-agen kami dengan produk sebagai berikut:
  1. Agen Penjualan www.tiket.pw (tiket online, pembayaran tagihan, pembayaran cicilan pinjaman, jual-beli pulsa online), dan agen tiket perjalanan internasional: www.jetradar.click
  2. Agen penjualan kamar hotel Online lewat www.agoda.com dan lewat TravelPayouts di www.jetradar.space
  3. Agen penjualan tiket dan kamar hotel di www.jalanjalan.top, www.gomelaneisa.com, www.compareflightsandhotels.com
Bilamana ada kesulitan memproses pembayaran dan booking, kami siap membantu di semua Kios KKLingkar.com dan Minimarket PAPUAmart.com

Yang berminat silahkan hubungi kami:
  • papuamart@gmail.com
  • SMS/WA: 082210183000
  • Minimarket PAPUAmart.com, Jl. Raya Sentani, Hawai, (samping Abon Gulung Hawai), Kab. Jayapura, Papua.
  • Baliem Blue Coffee Yogyakarta, Jl. Bedreg No. 39, Maguwoharjo, Depok, Sleman, DI Yogyakarta

Friday, 6 October 2017

Bisnis Online Gerogoti Pasar Konvensional

Liputan6.com, Jakarta Satu per satu gerai atau toko ritel lokal maupun asing tumbang. Beberapa perusahaan pun di ambang kebangkrutan. Mulai dari 7-Eleven, Matahari Departement Store, Nyonya Meneer, sampai yang terbaru raksasa ritel mainan global Toys "R" Us yang terlilit tumpukan utang.
Ekonom sekaligus Rektor Universitas Paramadina, Firmanzah menilai, ekonomi dunia saat ini berada pada fase transformasi bisnis yang cukup radikal. Transformasi ini mengarah pada teknologi yang membawa perubahan besar sehingga fenomena runtuhnya bisnis konvensional terjadi di dalam maupun luar negeri.

"Ekonomi dunia sekarang berada pada transformasi bisnis yang radikal. Di kurva ekonomi, tidak lagi moving along to curve, tapi ke shifting (pergeseran). Yang membuat shifting adalah teknologi, sehingga mengubah proses bisnis yang terjadi saat ini," katanya saat dihubungi Liputan6.com, Jakarta, Rabu (20/9/2017).

Firmanzah menjelaskan, kehadiran teknologi informasi maupun komunikasi telah membabat keberadaan toko ritel konvensional yang selama ini menjadi perantara antara produsen dan konsumen, seperti supermarket, hypermarket. Tak heran, toko online (e-commerce) semakin menjamur.

Lanjutnya, toko online tumbuh subur karena didukung berbagai faktor, di antaranya biaya internet yang murah, penetrasi ponsel pintar (smartphone) yang cukup tinggi di masyarakat, sistem logistik yang semakin andal, sistem pembayaran terpercaya.

"Faktor-faktor ini yang meningkatkan transaksi e-commerce. Bahkan ada yang menyebut, e-commerce kita akan mendominasi penjualan ritel pada periode 2030," ucap mantan Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia itu.

Firmanzah mengaku, keberadaan teknologi pun sudah menguasai sektor perbankan. Data terakhir di Eropa menyebut, ada sekitar 45 ribu kantor cabang bank ditutup karena perubahan pola nasabah dalam bertransaksi maupun mencari informasi. Semua tergantikan oleh internet banking, dan layanan online perbankan lainnya.

"Di Indonesia pun sudah jarang kan ke kantor cabang, sehingga transaksi internet banking melonjak tinggi. Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pun mendorong cashless society berbasis teknologi," tuturnya.

"Ada yang menyebut destruktif, dislokasi, tapi saya bilang ini adalah tranformasi bisnis yang cukup radikal," tegas Firmanzah.

Perusahaan Harus Ubah Strategi demi Bertahan di Era Digital

Liputan6.com, Jakarta Teknologi informasi dan komunikasi akan menggilas perusahaan yang enggan berbenah mengikuti perkembangan zaman. Untuk bisa bertahan di tengah era digital, perusahaan harus mampu menghadapi arus perubahan melalui strategi khusus.

Guru Besar Bidang Ilmu Manajemen di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Rhenald Kasali, memberikan kiat agar perusahaan dapat memenangkan persaingan yang semakin ketat, termasuk dengan maraknya bisnis online yang mulai mengambil "kue" bisnis konvensional.

"Disruption (gangguan) ada dua, karena digital dan nondigital. Dia menciptakan dua pasar, yakni pasar baru dan pasar kelas bawah (low end market)," kata Rhenald saat dihubungi Liputan6.com, Jakarta, Kamis (21/9/2017).

Strategi pertama, tutur Rhenald, lakukan self disruption dengan mengganti cara kerja secara revolusioner. Mengubah produk dan membangun sistem online untuk menghubungkan perusahaan dengan pasar, serta memperbaiki struktur biaya maupun proses bisnis.

Kedua, lakukan kolaborasi dengan bisnis-bisnis baru yang sudah berkembang atau mulai tumbuh di pasar. Carilah pola kerja sama yang dapat memangkas biaya. Ketiga, melatih semua jajaran eksekutif untuk memahami makna disruption dan membongkar pola pikir (maindset) mereka.

"Terakhir, refokus segmen. Periksa di mana segmen yang masih terbuka dan tercipta dalam waktu cepat. Mana yang sudah ditinggalkan, mana yang mengecil. Reformulasikan kembali strategi tanpa harus menunggu akhir tahun," ujarnya.

Terpisah, ekonom sekaligus Rektor Universitas Paramadina, Firmanzah, mengatakan, di tengah gempuran teknologi yang berkembang cepat dan menjamurnya toko online, perusahaan dituntut untuk berinovasi serta mengikuti perkembangan zaman. Tidak melulu terpaku pada gaya lama, sehingga konsumen lari mengikuti perubahan pola konsumsi.

"Selain teknologi, faktor lain juga ada penurunan daya beli. Masyarakat cenderung mencari barang lebih murah, sehingga mempengaruhi pola konsumsi. Yang tadinya masih menerima kemahalan, sekarang mencari kanal baru yang menawarkan harga lebih murah," jelas Firmanzah.

Menurut dia, langkah pertama perusahaan harus mengevaluasi strategi bisnis. Artinya mengikuti perkembangan tren saat ini, baik itu target pertumbuhan dan rencana investasi yang tentunya melibatkan teknologi.

Kedua, lanjut Firmanzah, keputusan menggunakan teknologi proses bisnis harus diiringi dengan kemampuan karyawan untuk melek teknologi, seperti menggelar pelatihan, workshop, maupun banchmarking agar kompetensi karyawan meningkat dalam penggunaan teknologi. 

"Apa yang dialami Toys "R" Us karena mereka terlambat membaca peluang bahwa masa depan pendapatannya tergerus dengan e-commerce. Sedangkan Matahari mulai membaca atau intuisinya mengarah pada pengembangan toko online-nya, sehingga melakukan efisiensi dengan menutup dua gerai," ujarnya.

Bos Indofood Ramal Distributor Bakal Lenyap Tergilas Teknologi

Liputan6.com, Jakarta - Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), Franciscus Welirang meramal distributor maupun grosir atau agen perdagangan bakal hilang tersapu perkembangan teknologi ke depan. Untuk tetap bertahan, perantara dagang ini perlu mengantisipasi arus perubahan tersebut.

"Kami membaca usaha apa sih yang akan hilang? Perdagangan. Apa yang terjadi dengan distributor dan grosir? Pasti ada distruptif (gangguan)," kata Fransiscus atau akrab disapa Franky saat acara Peringatan Hari Statistik Nasional di kantor BPS, Jakarta, Selasa (26/9/2017).

Dia menilai, keberadaan grosir dan distributor yang selama ini menjadi perantara dagang antara produsen dan konsumen itu akan hilang. Sementara industri dan warung-warung kelontong yang menjual sembako dan barang lainnya tetap akan ada.

"Industri akan tetap ada, warung pun demikian. Di tengahnya ini (distributor dan grosir) terjadi distruptif karena perkembangan teknologi dan kemajuan infrastruktur," ujar Franky.

Franky menuturkan, distributor maupun grosir yang akan bertahan di tengah deru teknologi adalah mereka yang bisa beradaptasi dengan perkembangan ini.

"Kalau tidak berubah jadi logistik, mereka (agen) akan hilang. Jadi ada usaha yang akan hilang besok atau lusa, kalau usaha itu tidak menyesuaikan diri dengan tuntutan ke depan," ujar dia.

Di Indofood, Ia menuturkan, ikut berubah seiring kemajuan teknologi. "Kami harus membaca platform ke depan. Artinya ada perubahan, tidak bisa seperti dulu. Kami harus berubah, berubah budayanya. Itu memang tidak mudah, dan ini tantangan kami," ujar Franky.

Monday, 17 October 2016

Produk PAPUAmart.com dapat dibeli di berbagai Toko Online Indonesia

Produk KSU Baliem Arabica yang didistribusikan secara Oline di papuamart.com ataupun secara offline di PAPUAmart.com kini tersebar di berbagai toko Online yaitu

  • tokopedia.com @papuamart dan @bbcoffee

  • bukalapak.com, @papuamart dan @bbcoffee

Sementara itu Gudang PAPUAmart.com (Kopi Papua) di Jakarta dan di Yogkakarta sudah beroprasi normal dan melayani pesanan kopi dari seluruh Indonesia. Ditambah lagi, BANANA Leaf Cafe baik di Yogyakarta maupun di Jayapura juga sudah mulai beroprasi, oleh karena itu siapa saja mau nikmati kopi langsung dapat datang ke BLCafe Yogyakarta dan Sentani (minimarket 1 PAPUAmart.com di Jl. Raya Sentani, Hawai dan minimarket 2 PAPUAmart.com di pertigaan Jalan Post 7 Sentani).

Kami juga akan terus menambah produk yang kami jual, dan memberikan pelayanan terbaik bagi para pelanggan kami.

Jhon Yonathan Kwano, direktur PAPUAmart.com mengatakan pertama-tama kita sebagai pengusaha entrepreneur Papua harus membangun "trust" dengan pasar di Indonesia bahwa benar-benar ini orang Papua (OAP) yang sedang menjalani bisnis ini, dan benar-benar kami bermaksud memajukan entrepreneurship di Tanah Papua.

Diakuinya pula, memang Pemerintah Provinsi Papua, pemerintah Provinsi Papua Barat, apalagi para Bupati dan Walikota orang Papua masih hidup di era dan zaman yang berbeda. Mereka masih sibuk urus Pilkada, urus partai politik, urus menutupi hutang Pilkada, urus proyek-proyek pemerintah sehingga rencana, apalagi pemikiran untuk memajukan entrepreneurship di Tanah Papua lagi kosong.

Katanya, itu tidak berarti kita terus membiasakan diri tunggu program dari pemerintah. Kita harus bergerak, karena akhirnya yang beruntung kita sendiri.

Fasilitas SRO dan Daftar Jadi Agen Tiket